CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Selasa, 31 Maret 2009

Saraswati


HARI SARASWATI: SEBUAH TINJAUAN FILOSOFIS DAN KORELASINYA DALAM KEHIDUPAN
Posted by Ketut Adi on 2003-04-07 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 245 kali ]AHAMEWA SVAYAM IDAM VADANI, JUSTAM DEVEBHIR UTA MANUSEBIH, YAM KAMAYE TAMTAM UGRAM KRNOMI, TAM BRAHMANAM RSIM TAM SUMEDHAM.
(Rigveda X. 125.5

Aku sendiri yang mengucapkan sabda, yang memberikan kebahagiaan ini kepada para Dewata dan semua umat manusia. Aku menghadiahkan permohonan mereka. Aku jadikan mereka suci, para Rsi dan umat manusia menjadi mereka suci, para Rsi dan manusia menjadi sempurna.

Menjelang abad ke -21 kehidupan serta peradaban umat manusia sungguh menghadapi tantangan yang berat. Tidak terkecuali umat Hindu yang ada di pelosok dunia. Sebuah kalimat yang mengandung ?Moralitas? yang ada didalamnya, menjadi sangat mahal, sementara product product dari technologi canggih akan menjadi mainan anak-anak. Sementara itu para tokoh agama sedang menunggu mereka kembali haus dengan keindahan sastrawi, Kidung kidung kerohanian.

Bagi Umat Hindu tantangan itu adalah peluang untuk mengisi diri bukan merupakan momok yang ditakuti. Karena peradaban Weda dari jaman kejaman senantiasa mengutamakan keseimbangan Jnana (pengetahuan) dengan artha duniawi, ketimbang Artha (kekayaan materi) semata. Demikian utamanya pengetahuan itu dalam konsepsi Weda, sehingga muncul pernyataan dari Maha Kawi Wararuci A Bahwa tidak ada ilmu pengetahuan didunia tanpa peradaban "Weda".

Dalam kitab suci Sarasamuscaya sloka lima dinyatakan :

"TATAN HANA AJI RING BHUWANA, TANPAKASRAYA IKANG BYASAWACANA, KADYANGANING SARIRA TAHANA YAN TAN PAKASRAYA YANG AHARA"

Tidak akan ada sastra (Ilmu pengetahuan) didunia, jika tidak ada bantuan dari ajaran Bhagawan Wyasa, sepertihalnya tubuh manusia tidak akan ada, jika tidak ada bantuan makanan.

Sloka tersebut menyiratkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia. Namun betapapun ilmu mengandung kaidah dan norma serta batasan obyek forma maupun obyek material, tetapi merupakan jalinan tak terpisahkan dengan konsepsi Weda secara universal. Hal inilah menjadikan Hari Raya Saraswati merupakan moment yang penting dan sakral bagi umat Hindu dalam rangka bersujud bhakti kepada Tuhan (Ide Sang Hyang Widi Wasa)dalam manifestasinya sebagai sakti Brahma Dewi Saraswati sumber ilmu pengetahuan.

PENGERTIAN DAN MAKNA SARASWATI
Sebelum membahas Saraswati dalam Weda terlebih dahulu dijelaskan tinjauan etimologis Saraswati sebagai berikut :

Kata Saraswati berasal dari akarkata "Sr" yang artinya mengalir, kata Saraswati berarti yang mengalir, yang dimaksud adalah sungai Saraswati, yang merupakan hulu sungai Shindu di India atau Dewi sungai sumber kehidupan. Disamping Saraswati berarti sungai, didalam Weda disebut sumber ilmu pengetahuan atau kecerdasan. Selanjutnya dalam Itihasa dan Purana Dewi Saraswati adalah : Gayatri, Maheswari, Bharati, Brahmi, Putkari, Sarada, Wagiswari, dan lain lainya.

Dari Saraswati sebagai nama sungai adalah merupakan salah satu cabang dari sungai Shindu. Disamping sungai Saraswati disebut juga nama sungai Dri Sadwari dan diantara sungai itu terdapat lembah yang subur yang merupakan tempat tinggal bangsa Arya.

Dari penjelasan diatas dapat pula diketahui bahwa : Saraswati adalah nama sungai yang diyakini suci. Tentang sungai Saraswati adalah selalu disebutkan dalam puja para Pendeta ketika memohon tirta amerta melalui pujangga satwa yang didalam puja tersebut diungkapkan nama nama sungai yang dipandang suci diantaranya: Gangga : Saraswati : Yamuna : Gadawari : Narmada : Kaweri dan lain lainnya.

Dalam menawa dharmasatra, Adyaya II Sloka 17 dinyatakan sebagai berikut :

"DHARMANUSTANA YOGA DESANAHA, SARASWATI DRISA DVATTYAR ANTARAN DEVANIRMITAN DESA BRAHMAVARTAM PRACAKSATE."

(Wilayah yang diciptakan Tuhan yang Maha Esa, yang terletak diantara dua sungai suci Saraswati dan Drisadvati dinamai Brahmawarta oleh para Rsi).

Setiap 210 hari sekali, yakni setiap hari Sabtu umanis Watugunung, hari terakhir dari wuku terakhir, Umat Hindu di Indonesia selalu melaksanakan Saraswati Puja, yakni memuja Ide Sang Hyang Widhi, sebagai Hyang Hyanging Pangeweruh, sumber pengetahuan disebutkan dalam berbagai kitab Upanisad, diantaranya :
- Satyam Jnanam anantam
- Anandam Brahma ( sarwa upanisatsara,21) yang artinya Tuhan yang Maha Esa adalah Kebenaran, Pengetahuan, kebahagiaan dan tidak terbatas.

Tentang Saraswati Puja ini didalam (Rig Veda 1,3.10) dinyatakan sebagai berikut :

"OM PAVAKANAH SARASWATI VAJEBHIR VAJINIVATHI, YAJNAM VASTU DHIYAVASUH"

Ya Tuhan Hyang Maha Saraswati yang maha Suci, Maha Agung, mengaruniai kecerdasan dengan cintanya yang sejati sebagai anugrahmu terimalah persembahan kami.

Makna hari raya Saraswati adalah untuk memperingati turunnya Ilmu pengetahuan, seperti kita ketahui ilmu pengetahuan sangatlah penting. Sebab jika pengetahuan atau kebijaksanaan tidak ada, mungkinkah akan ada kemakmuran dan kebahagian dalam bidang materiil dan moril...........?????????

Tanpa kebijaksanaan, manusia tidak akan bisa bahagia, dan tanpa kebahagiaan, manusia akan menjadi lemah dalam kehidupan yang penuh dengan perjuangan ini. Digambarkan Dewi Saraswati adalah sebagai wanita Ayu, bertangan empat yang masing masing membawa wina (gitar) Keropak, genitri, dan yang satunya bersikap mendamai kan, serta mengendarai burung merak, atau berdiri diatas bunga teratai. Dari simbolis ini dapat kita ambil, hikmahnya antara lain bahwa ilmu pengetahuan memang betul betul berarti diantaranya :
- Wanita Ayu adalah simbol keindahan karena ilmu pengetahuan memang
indah dan luhur.
- Wina(gitar) melambangkan kehalusan rasa (aestatica)
- Keropak adalah tempat penyimpanan lontar-lontar symbol pengetahuan
- Genitri adalah symbol lingkaran tidak akan pernah berakhir sesuai dengan bahasa jawanya Signtipic is long life education and never ending karena tidak akan habis dipelajari (wiadin ririh liu enu peplajahan) walaupun pandai masih banyak lagi yang perlu kita pelajari.
- Burung Merak adalah lambang kewibawaan yang bisa dibawakan oleh ilmu pengetahuan itu
- Bunga teratai adalah lambang kesucian

RANGAKAIAN HARIRAYA SARASWATI.
Upacara saraswati adalah tidak berdiri sendiri melainkan merupakan rangkaian pemujaan Dewi-dewi Trimurti lainya. Puja Saraswati dilaksanakan pada hari sabtu Umanis Watugunung. Redite Pahing Sinta Banyu Pinaruh).Hari Some Pon Sinte disebut Someribek upacara ditujukan kepada Dewi Sri Laksmi (Dewaning sarwe mule/ pandang) dan ... Buda Kliwon Sinta disebut Pagerwesi Upacara ditujukan kepada Sang Hyang Paramesti Guru (Ciwa).

PENUTUP.
Dengan uraian singkat tersebut diatas penulis maksudkan untuk memberi tekanan bahwa dalam kehidupan, kita memerlukan pengetahuan. Akan tetapi pengetahuan materialistis kita juga tidak menolong orang lain. Dengan demikian perayaan Saraswati mewariskan peradaban kepada kita bahwa dalam kehidupan kita membutuhkan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan kesucian hati.

Untuk Saraswati marilah kita rayakan dengan penuh bhakti dan cinta kasih, dengan mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan guna mencapai kebijaksanaan dan mencintainya.